BRMP Kalimantan Barat Lakukan Identifikasi Penerapan Inovasi Teknologi di Lokasi ICARE
SAMBAS - Tahun 2024 lalu, tim BRMP Kalimantan Barat telah mendiseminasikan varietas unggul Inpari 49 dan Nutrizinc di lokasi ICARE tepatnya di Desa Sungai Kelambu dan Desa Tebas Sungai. Pada tanggal 23-24 Oktober 2025, Tim BRMP Kalbar meninjau kembali lokasi diseminasi dan memastikan bahwa varietas unggul yang dahulu telah di diseminasikan masih diterapkan atau tidak oleh para petani. Kegiatan ini sebagai langkah awal tim BRMP Kalbar untuk melakukan identifikasi penerapan teknologi. Sobatani, identifikasi penerapan inovasi teknologi ini juga untuk memastikan benih varietas unggul yang telah di diseminasikan dalam program ICARE merupakan produk knowledge manajemen.
Sebagai langkah awal identifikasi penerapan inovasi teknologi varietas unggul baru padi, tim BRMP Kalbar melaksanakan koordinasi bersama petani anggota Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera (SKS) Desa Sungai Kelambudan petani angota Koperasi Tebas Mekar Bersatu (TMB) Desa Tebas Sungai Kec. Tebas. Pertemuan di hari pertama dilaksanakan di Desa Sungai Kelambu yang dihadiri oleh 4 kelompok tani (poktan) yaitu poktan Harmonis, poktan Mutiara Tani, poktan Keluarga Tani, poktan Pembina Tani dan poktan Tunas Mulya. Saat ini, rata-rata petani sudah mengenal dan menerapkan varietas unggul seperti Inpari 49, Inpari 32, Nutrizinc dan Ciherang. Namun, petani tidak juga meninggalkan varietas lokal. Menurut ketua Koperasi SKS, Inpari 49 dan Nutrizinc yang ditanam, dan benih sumber awalnya diperoleh dari bantuan BRMP Kalimantan Barat yang sampai saat ini masih digunakan oleh petani.
Kemudian, pertemuan hari kedua dilaksanakan di Desa Tebas Sungai yang dihadiri oleh anggota kelompok tani Candra Makmur Gapoktan Mekar Bersatu. Saat ini, petani di desa ini juga rata-rata sudah menanam varietas unggul seperti Cilosari, Inpari 37, Mekongga, Inpari 32, Nutrizinc, Inpari 49 dan Inpari 42. Menurut Ketua Gapoktan Mekar Bersatu, petani di Tebas Sungai dalam satu lahan usahatani selain menanam varietas unggul juga menanam varietas lokal, dikarenakan harga jual gabah tidak berbeda. Namun, harga jual beras varietas unggul lebih tinggi dari varietas lokal. Petani di Desa Sungai Kelambu, maupun desa Tebas Sungai, mareka menerapkan varietas unggul baru antara lain karena umurnya lebih cepat, tekstur nasinya enak (pulen) dan produktivitasnya tinggi. Adapun, kendala dalam menerapkan varietas unggul yaitu sulitnya memperoleh benih varietas unggul baru tersebut.
Sobatani, tindak lanjut dari identifikasi penerapan inovasi teknologi ini bukan saja menjadi acuan dalam menyusun knowledge manajemen dan peningkatan pengetahuan. Namun, juga dapat menjadi acuan dalam menginisiasi terbentuknya penangkar serta langkah selanjutnya BRMP Kalbar dalam mendiseminasikan kembali varietas unggul baru yang memiliki potensi produksi tinggi dalam usaha meningkatkan produktivitas padi di lokasi ICARE menjadi 4 – 5 ton per Ha, sehingga PDO peningkatan 30 % produktivitas dapat tercapai.